Saturday, 24 December 2016
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
BAB 45 Aku menapak di halaman KDUT dengan langkah longlai. Terasa berat sahaja hatiku hendak berkunjung ke sini semula sete...
-
BAB 49 “Encik Haqem tak kerja hari ni” tutur Marnie memaklumkan kepadaku. Kutatap wajah Marnie. Kerisauan berputik di hatiku. ...
-
BAB 41 “Apa yang kita buat ini, Aqel?” soalku merujuk pengakuan kami sebentar tadi. Aqel bersuara, manakala aku mengangguk me...
-
BAB 54 “Dia memang seiras...Flora....” suara Pak Long masih terngiang – ngiang di telingaku. Timbul perasaan hairan yang meneba...
-
BAB 55 Teringat pada sejambak ros lavender yang pernah Aqel berikan kepadaku, laju saja jemariku menaip makna di sebalik warna bu...
-
BAB 36 “Lia......!” Aku tersentak mendengar suara yang begitu ceria menyapaku. Lantas aku melontar pandanganku ke muka pintu....
-
BAB 43 “Ya Allah..... kenapa jadi macam ini” bisikku sambil menatap lama wajahku di depan cermin. Mataku mengecil dan mukaku be...
-
BAB 26 “Awak tak tahu apa yang saya tanggung selama ni. Hati saya hancur. Seluruh kepercayaan yang pernah saya berikan kepad...
-
From: Adila KaryaSeni <adila@karyaseni.my> To: dania_deliya@yahoo.com Sent: Wednesday, 27 February 2013, 10:31 Su...
-
BAB 22 Aku menggeliat beberapa kali. Rasa malas sangat hendak bangun. Hari ini langsung aku tidak bersemangat hendak menjejakkan kaki ke ...


No comments:
Post a Comment