Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
BAB 23 “Awak tak seharusnya membiarkan hidup awak selamanya dibelenggu kenangan lalu. Kalau awak terus begini hidup awak akan musnah. Tida...
-
BAB 19 Aku menyusuri jalan di bawah rimbunan pepohon rendang sambil menghirup udara segar. Sekarang ...
-
Bab 8 Aku mengayuh basikalku menuju ke Plaza Anggerik. Seperti biasa ...
-
Bab 1 Tun Adam dan Nek Gayah berpandangan lagi. Sesekali pula mata Nek Gayah melirik pada jam yang tegak berdiri di ruang tamu. Hatinya g...
-
“Awak buat apa kat sini?” soalan itu diulangi oleh Velviana lagi dengan wajah serius. Aku masih terpaku dan kali ini benar-...
-
“Buat apa awak datang ke sini!” herdik Velviana lantas meluru ke arahku. Namun tangkas Encik Rizal menghalang langkahnya sebelu...
-
Di sebalik kaca mata itu, dia melontar pandangan ke hadapan. Statik matanya terikat pada wajah gadis itu. Cukup menyenangkan h...
-
Bab 11 Gadis itu menatap wajah pemuda di depannya itu. Tampak tidak ceria. Pandangannya hanya tertumpu pada manusia yang lalu lala...
-
BAB 22 Aku menggeliat beberapa kali. Rasa malas sangat hendak bangun. Hari ini langsung aku tidak bersemangat hendak menjejakkan kaki ke ...




baca novel terbaru di akubukanhanatajima.blogspot.com ^^
ReplyDelete